Cari

BHATARA TOLANGKIR SEBAGAI PUSAT SPIRITUAL RAJA & PEMIMPIN BALI*

Oleh *Sugi Lanus*

Siapa sebenarnya Bhatara Tolangkir?"


Tolangkir adalah nama lain dari Gunung Agung. *"Bhatara Tolangkir"* adalah gelar suci untuk *Bhatara Mahadewa*. Dinilai tidak paham sopan-santun bagi kalangan rsi, raja, punggawa dan masyarakat menyebutkan langsung nama tabik pikulun Bhatara Mahadewa, mengingat nama Beliau sangat disucikan. Masyarakat Bali diajari untuk tidak "jabag" (gegabah) menyebut-nyebut nama dewa atau bhatara secara langsung dalam perbincangan sehari2.

Oleh karena itu dalam perbincangan sehari2 nama dewata disebut dengan gelar kedewataan sesuai lokasi pura, gunung atau stana suci para dewata yang distanakan di seantero pulau Bali. Karena alasan sakral dan kesantunan spirtual inilah maka tidak boleh langsung menyebut Bhatara Mahadewa tetapi yang disebut adalah gelar Beliau sebagai Bhatara Tolangkir. Begitulah ajaran kesantunan spiritual Bali. Bahkan, dimasa lalu menyebut nama orang tua atau kakek saja disebut bisa "tulah" (kena kutuk), apalagi menyebut langsung nama dewata dalam perbincangan sehari2. Nama dewata dalam Kitab Weda dan Kitab Agama di Bali dikenal dengan sangat baik dan nama dewata baru langsung disebut dalam puja kepanditaan dan persembahyangan. Dalam sehari2 yang disebut adalah gelar sucinya sesuai pura tempat pemujaannya.


Dalam *Babad Pasek* disebutkan Bhatara Hyang Pasupati mengutus putranya Bhatara Mahadewa turun ke Bali ke Gunung Tolangkir. Selanjutnya Beliau disebut sebagai Bhatara Tolangkir yang berstana di Gunung Agung menjadi pelindung Pulau Bali dan manusia Bali. Dalam lontar *Sangkulputih* menjelaskan turunnya Bhatara Mahadewa di Gunung Agung dan Besakih untuk dimuliakan di sana oleh pendeta tertinggi di Besakih ketika itu, yaitu pendeta Sangkulputih. Pendeta Sangkulputih dan istri menyaksikan dengan mata kepala sendiri turunnya Bhatara Mahadewa di Besakih dan selanjutnya kisah ini ditulis dalam lontar berjudul *Sangkulputih* yang menjadi pedoman utama kependetaan di Bali. Semua raja-raja Bali mengetahui keberadaan kisah "kawean" (keajaiban turunnya dewata).


Via; @infotamanofficial_

@bali_sakral


Admin; halopejati.com

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Otonan saniscara umanis medangsia

Otonan salah satu bagian upacara Manusia Yadnya, yan tujuanya untuk memperingati hari kelahiran manusia bagi umat Hindu di Bali, prosesi tersebut bertujuan untuk kemuliaan dan persembahan kesucian lah

PENGINGAT DIRI

Setiap detik seseorang pergi meninggalkan dunia ini. Kita pun berada dalam antrian itu, kita tidak tahu berapa orang di depan kita sebelum akhirnya giliran kita. Tidak bisa keluar dari antrian, tidak