Cari

BUDA KLIWON PEGAT TUAKAN

Rahajeng Rahina

Buda Kliwon Pegat Tuakan

Sahabat halopejati


Pegat Tuakan merupakan salah satu hari suci umat Hindu di Bali, yang menandai akhir dari proses perayaan GALUNGAN dan Kuninganyang jatuh setiap dina buda kliwon wuku Pahang.


Pada hari suci ini, masyarakat biasanya mengaturkan upacara berupa “Sesayut Dirgayusa” yang tujuannya untuk memohon keselamatan dirinya, masyarakat dan dunia dan juga membersihkan semua bekas-bekas upacara, seperti penjor, treptepan

(sanggar darurat yang terbuat dari bambu) dan yang lainnya.


Penjor-penjor yang menghiasi luar pekarangan rumah akan dicabut pada hari suci ini. Bahan seperti janur yang menjadi penghias penjor ini akan dibakar.


Demikian juga, bekas canang dan yang lainnya, semuanya akan dibakar. Asapnya akan membungbung ke angkasa. Asap ini akan menyampaikan berita ke para dewa di Kahyangan bahwa masyarakat Bali telah usai merayakan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma(kejahatan).

sebagaimana disebutkan dalam sumber kutipan Yayasan Wikarman tentang Wariga Bali


Sumber : sejarah hari raya hindu

Foto google search


Admin : halopejati.com


2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Pengertian dan Jenis-jenis Nitya Yadna

Nitya Karma atau nitya adalah yajna yang dilaksanakan setiap hari, seperti Tri Sandya dan Yajna Sesa. Yajña Sesa dilaksanakan setelah kita selesai memasak nasi dan sebelum makan. Yajna sesa diaturkan

TITI GONGGANG DIPURA GUNUNG RAUNG TARO

Di Pura Agung Gunung Raung terdapat sebuah tempat yang tidak boleh dilalui. Bila dilanggar akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Di pura terdapat empat candi bentar yang difungsikan sebagai pa

SARASMUSCAYA, Pengendalian dan Peneguhan Hati

Selalu berlatih mengendalikan nafsu (yama) dan teguhkan mental (niyama). Mereka yang berlatih mengendalikan nafsu indrawinya namun tidak memiliki keteguhan mental/hati niscaya akan gagal dalam usahany