Cari

Dibangunnya Pelinggih di Lebuh bagian dari konsep pancamahabuta


Lebuh “pemesu”, "pemesuan umah", “lawang” , “dwara” adalah pintu / gerbang keluar masuknya suatu areal pekarangan yang dalam hal ini, rumah tidak bisa dilepaskan dengan konsep Tri Mandala maupun Tri Angga.

Konsep itu menjabarkan bahwa hulu teben suatu wilayah atau pekarangan pada dasarnya bisa dibagi atas tiga bagian (Tri Hita Karana) yaitu :

Utama Mandala (wilayah parahyangan) yang termasuk kawasan hulu..

Madya Mandala (wilayah pawongan)

Nista Mandala (wilayah palemahan) yang termasuk kawasan teben (profane).

Berpijak pada uraian singkat ini, maka penempatan “lebuh” akan selalu diusahakan berada pada posisi Madya Mandala atau Nista Mandala,

Jika dipaksakan (mungkin karena situasi pekarangan) boleh-boleh saja asal tidak “ngungkulin parahyangan”.

Dibuatnya sedahan tugu di lebuh depan pintu masuk pekarangan rumah,sebagaimana disebutkan berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur tubuh ini terbentuk dari unsur PERTIWI yang memberikan kekuatan pada HATI,dewanya BRAHMA, maka dipujalah I Ratu WayanTabeng Sakti

Ida Sang Hyang Wisesa agar menjaga pertiwi sebagai salah satu elemen dasar panca maha butha.

Sehingga segehan saiban dalam kehidupan sehari-hari di lebuh dihaturkan sebagai ungkapan terima kasih dan rasa syukur atas segala ciptaan-Nya yang telah banyak berjasa dalam kehidupan ini serta persembahan kepada bhuta kala di lebuh agar tidak mengganggu kehidupan seisi rumah..

Dan pada saat hari tertentu, misalnya saat pengerupukan pada sanggah cucuk di sebelah kanan kori/pemedalan, munggah banten Daksina, Pras, Ajuman, Dandanan, ketipat kelanan, Sesayut penyeneng, janganan kajang panjang, pada sanggah cucuk digantung ketipat kelanan, sujang / cambeng berisi tuak, arak, brem dan air tawar..

Dalam kanda sari dinyatakan bahwa pelinggih Lebuh bhutanya sang bhuta mrajapati,ratunya iratu wayan tebeng, sangat jelas kedudukannya tidak bisa dirubah dengan alasan apapun..

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk semeton. Dirangkum ulang dari postingan sebelumnya, Jika terdapat penjelasan yang kurang tepat atau kurang jelas, mohon dikoreksi bersama.

Artikel ini dimuat kembali bertujuan agar bisa disimak bersama, dijadikan bahan diskusi dan bukan untuk saling menggurui..

Suksma .. salam berbagi 🙏🙏🙏

Dikutip dari berbagai sumber

📸 : Puri bagus manggis resort (ilustrasi)

Admin : halopejati.com

12 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Rangkuman dari postingan sebelumnya,kali ini yang trakhir terlebih mengenai pelinggih taksu natah.. Berpedoman pada Panca Maha Butha yaitu pembentuk tubuh manusia, yang kelimanya harus sempurna karen

Pelinggih Penunggun Karang atau juga disebut dengan Pengijeng Karang yang merupakan salah satu bangunan suci, dan Stana Ratu Made jelawung/ ratu made alang Kajeng. Beliau berada dibawah perintah Dewa