Cari

KEMBAR BUNCING (JANJI SUAMI ISTRI)

KEMBAR BUNCING (JANJI SUAMI ISTRI)


Bukan hanya tentang PATI (kematian) perkara URIP (kehidupan) pun begitu pingit bagi kami penerus Gama Bali. Keduanya begitu penting hingga layak di rayakan dengan Upacara dan Upakara tentunya.


Demikian halanya kelahiran KEMBAR, BUNCING, adalah bukan tanpa musabab, jika para ahli science menyebut bahwa kelahiran kembar adalah akibat sel telur, embrio yang membelah diri menjadi dua janin, ataukah tentang dua sel telur dibuahi dua sel seperma berbeda. Bagi Gama Bali kembar bukan hanya perkara fisik saja melainkan tentang hakekat URIP, JIWA, ROH. Ada SAMAYA semacam janji yang dibuat oleh leluhur bahwa mereka sepakat untuk lahir bersama, dikandung bersama.


Tentang kembar BUNCING (kembar dengan alat kelamin berbeda) misalkan adalah akibat sepasang kekasih, suami istri, yang merasa bahwa TRESNA (cinta) mereka sedemikian kuat, begitu SUCI maka mereka bersemaya untuk lahir bersama, tak terpisahkan, sebagai ARI-KAKA (adi kakak). Berupa GETIH ABUNG-BUNG, satu darah. Bukankah suami-istri bisa berpisah? Sedangkan hubungan darah adakah bisa memutuskan?


Maka pada beberapa dresta kembar buncing patut dilakukan upacara Apengantenan (dinikahkan) sebagai simbolis penghargaan terhadap janji suci mereka.


Dan prosesi Bayuh Kembar-buncing pun patut dilakukan, melalui Panglukatan Wayang Sudhamala dengan lakon diah BEDHAWATI, putri kembar Bhatari Dhurga


sumber facebook IBM. Bhaskara

Via @infotamanofficial_



#budayabaliadiluhung

#tradisibali

#maknakelahiran

#kembarbuncing



Admin: halopejati.com

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Pengertian dan Makna Simbol Atribut Dewi Saraswati

Secara etimologi Dewi Saraswati berasal dari dua kata yakni Dewi dan Saraswati. Dewi yaitu sosok perempuan yang suci atau bentuk feminim dari kata Dewa yang biasa disebut sakti. Dan Saraswati dalam ba

Part II Sejarah Pura Kahyangan Tiga

Sebelum masa pemerintahan raja suami-istri Udayana dan Gunapriya Darmapatni tahun 989 -1011M di Bali berkembang banyak aliran-aliran keagamaan seperti: Pasupata, Bairawa, Wesnawa, Boda, Brahmana, Resi

Pura Kahyangan Tiga Adalah Pilar Agama Hindu

Kahyangan Tiga merupakan salah satu unsur dari Trihita Karana yaitu unsur parhyangan dari setiap desa adat di Bali. Pada Kahyangan Tiga masyarakat desa memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk desa