Cari

KETIKA AKTIFITAS FISIK TELAH BERAKHIR

Dalam agama Hindu, Jiwa(atman) adalah kekal tidak mengalami kematian, dia abadi. 

Kematian hanya dialami oleh badan fisik ini. 

Kematian adalah penghentian sementara aktivitas fisik dan merupakan sarana bagi sang atman untuk meningkatkan tingkatannya lalu kemudian lahir kembali dalam badan yang lain.

Seperti halnya ketika kita berganti baju dari baju yang sudah usang menuju baju yang baru.


Kematian dan setelah Kematian dalam agama Hindu. Kegelapan (awidya) akan dialami oleh mereka yang kebodohan dan Widya (Pencerahan) bagi orang-orang memiliki pengetahuan. 


Hindu percaya pada kelahiran kembali dan reinkarnasi dari jiwa (atman).

Jiwa yang abadi dan langgeng. Jiwa seseorang selama hidupnya akan mengalami suka dan duka serta dipengaruhi oleh hukum karma.

Oleh karena itu kematian bukanlah bencana besar, bukan akhir dari semua, tapi sebuah proses alami dari sang Jiwa (atman) yang kemudian kembali lagi ke bumi untuk melanjutkan perjalanannya.


Kelahiran di dunia ini merupakan tempat bagi sang jiwa (atma) untuk melakukan instrospeksi diri.

Oleh karena itu jiwa harus lahir lagi dan lagi sampai mengatasi Maya, mencapai keadaan keseimbangan dan menyadari asal usulnya.

Ketika seseorang meninggal, jiwanya bersama dengan sisa-sisa karma (karma wasana) meninggalkan tubuh melalui sebuah lubang di kepala dan pergi ke dunia lain dan kembali lagi setelah menghabiskan beberapa waktu di sana.


Apa yang terjadi setelah jiwa meninggalkan tubuh dan sebelum reinkarnasi lagi adalah misteri besar..😇😇


Artikel ini dimuat kembali bertujuan sebagai pengetahuan dan bahan diskusi, manakala ada beda pemahaman bisa ditambahkan dikolom komentar.. 🙏🙏🙏


Dikutip dari; pasramanganesha

📸 Fb : @madesukardiana


#budayabaliadiluhung

#tradisibalikental

#umatsedharma

#desakalapatra

#saranaupakara

#bebantenan

#piodalan



Admin: halopejati.com

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

SARASMUSCAYA, Pengendalian dan Peneguhan Hati

Selalu berlatih mengendalikan nafsu (yama) dan teguhkan mental (niyama). Mereka yang berlatih mengendalikan nafsu indrawinya namun tidak memiliki keteguhan mental/hati niscaya akan gagal dalam usahany

Pengertian dan Makna Matur Piuning

Kita sering mendengar kata matur piuning, bahkan kita juga sering terlibat dalam acara matur piuning.. Pengertian Matur Piuning Secara etimologi matur piuning berasal dari bahasa Jawa Kuno dari kata M