Cari

Makna, filosofi dan banten kecil tumpek landep.

Om swastiastu

Makna, filosofi dan banten kecil tumpek landep..

Ngiring diskusi tanpa saling menggurui, karena dibali ada yang dinamakan sima (desakalapatra )


Bagi warga Bali yang mayoritas Hindu memiliki sebuah tradisi yang dinamakan Tumpek Landep.

Tumpek landep merupakan hari raya pemujaan kepada Ida Bhatara Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai dewanya taksu.


Makna Tumpek Landep:

Hari raya tumpek landep jatuh setiap Saniscara/hari sabtu Kliwon wuku Landep, Kata Tumpek sendiri berasal dari “Metu” yang artinya bertemu, dan “Mpek” yang artinya akhir, jadi Tumpek merupakan hari pertemuan wewaran Panca Wara dan Sapta Wara, dimana Panca Wara diakhiri oleh Kliwon dan Sapta Wara diakhiri oleh Saniscara (hari Sabtu). Sedangkan Landep sendiri berarti tajam atau runcing, 'Maka dari ini diupacarai juga beberapa pusaka yang memiliki sifat tajam seperti keris.


Dewasa ini, senjata lancip itu sudah meluas pengertiannya.

Tak hanya keris dan tombak, juga benda-benda hasil cipta karsa manusia yang dapat mempermudah hidup seperti sepeda motor,mesin, komputer dan sebagainya.

Benda2 itulah yang diupacarai oleh umat.

Akan tetapi ada satu hal yang tidak boleh disalah artikan, dalam konteks itu umat bukanlah menyembah benda-benda teknologi, tetapi umat memohon kepada Ida Sang Hyang Widi dalam manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati yang telah menganugerahkan kekuatan pada benda tersebut sehingga betul-betul mempermudah hidup dan tidak mencelakai pemiliknya.


Filosofi Tumpek Landep

Dalam Tumpek Landep, Landep yang diartikan tajam mempunyai filosofi yang berarti bahwa Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran).

Dengan demikian umat selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai – nilai agama.

Dengan pikiran yang suci, umat mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk.


Banten Tumpek

Tingkat terkecil :

Pejati, sesayut pasupati, prayascita, gantung-gantung lamak.


Tingkat kecil :

Pejati, ayaban tumpeng 5 ditambah seekor ayam panggang, sesayut pasupati, byakala, prayascita, gantung-gantung, lamak.


Via: halopejati

📸: Koleksi google (ilustrasi)


Admin: halopejati.com

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Rangkuman dari postingan sebelumnya,kali ini yang trakhir terlebih mengenai pelinggih taksu natah.. Berpedoman pada Panca Maha Butha yaitu pembentuk tubuh manusia, yang kelimanya harus sempurna karen

Pelinggih Penunggun Karang atau juga disebut dengan Pengijeng Karang yang merupakan salah satu bangunan suci, dan Stana Ratu Made jelawung/ ratu made alang Kajeng. Beliau berada dibawah perintah Dewa