Cari

MAKNA HARI RAYA TILEM Dalam HINDU

Om swastiastu umat hindu sedharma Rahajeng rahina Tilem...

Hari Raya Tilem dirayakan ketika bulan mati, ketika langit gelap tanpa ada sinar bulan. Ditinjau dari pengetahuan Astronomi bahwa bulan berada diantar Matahari dengan Bumi sehingga suasana menjadi gelap gulita dimalam hari.

Makna dalam Hindu, sebagai pemujaan Dewa Surya, dengan melaksanakan persembahyangan dengan rangkaian upacara yadnya. Makna lain pada hari ini Dewa Surya beryoga/semedhi memohon keselamatan kepada Hyang Widhi.

Rahine Tilem mempunyai hubungan erat dengan Rahina Purnama, dalam Lontar PURWA GAMA disebutkan saat datang Purnama dan Tilem hendaklah kita melaksakan sembahyang dan upacara pemujaan tergadap Sang Hyang Widhi untuk memohon penyucian diri, memohon berkah dan juga kesejahteraan.

Melalui siklus Purnama dan Tilem ini sesungguhnya alam mengajarkan kita dua hal yang selalu berdampingan, yaitu ada yang baik ada juga yang jahat, ada yang gelap akan ada yang terang. Keduanya berputar mengelilingi kehidupan manusia secara berkala dan tak akan berhenti dunia ini berakhir.

Ajaran yang ditanamkan kepada umat manusia agar ketika kita dalam kedaan senang maka janganlah terlarut dalam kesenangan, begitu juga jika kita sedang berada salam keadaan terpuruk maka harus segera bangkit karena didepan cahaya akan menyambut..

Sumber artikel : inputbali. Sejarahaharirayahindu 📸 @mangdelltakora

Admin : halopejati.com


443 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Pengertian dan Jenis-jenis Nitya Yadna

Nitya Karma atau nitya adalah yajna yang dilaksanakan setiap hari, seperti Tri Sandya dan Yajna Sesa. Yajña Sesa dilaksanakan setelah kita selesai memasak nasi dan sebelum makan. Yajna sesa diaturkan

TITI GONGGANG DIPURA GUNUNG RAUNG TARO

Di Pura Agung Gunung Raung terdapat sebuah tempat yang tidak boleh dilalui. Bila dilanggar akan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Di pura terdapat empat candi bentar yang difungsikan sebagai pa

SARASMUSCAYA, Pengendalian dan Peneguhan Hati

Selalu berlatih mengendalikan nafsu (yama) dan teguhkan mental (niyama). Mereka yang berlatih mengendalikan nafsu indrawinya namun tidak memiliki keteguhan mental/hati niscaya akan gagal dalam usahany