Cari

NYEKAH

NYEKAH


Nyekah (atau disebut juga dengan Nyekar) adalah upacara yang bertujuan untuk memutuskan ikatan atma roh leluhur dari unsur Panca Maha Butha dan Panca Tan Matra dalam rangkaian dari upacara atma wedana dimana


nama sang pitra diganti dengan nama bunga, misal sandat, cempaka, jempiring, dan sebagainya (untuk sawa wanita), 


sedangkan untuk sawa pria memakai nama kayu yaitu cendana, majagau, ketewel, damulir dan sebagainya, demikian disebutkan dalam kutipan artikel upacara pitra yadnya << Catatan Bytescode yang disebutkan diawali dengan :


Ngulapin di Segara, mohon ijin Ida Bethara Baruna sebagai penguasa laut untuk melanjutkan upacara Pitra Yadnya.


Ngajum Sekah dengan membuat simbol Panca Tan Matra dalam bentuk Puspa Lingga Sarira.


Ngaskara Sekah yaitu mendak dan mensucikan Puspa Lingga Sarira tersebut.


Narpana Sekah dengan menghaturkan sesajen yadnya kepada atman yang sudah disucikan.


Ngeseng atau mapralina sekah dilaksanakan dengan membakar Puspa Lingga sebagai simbol menghilangkan Panca Tan Matra dengan tujuan agar atma dapat dengan damai menuju khayangan / swah loka, tidak lagi terikat dengan keduniawian.


Nganyut Sekah setelah dilakukan upacara mapralina sebagai kelanjutan dari membuang panca tan matra serta mensucikan atma dengan air sungai suci yang bermuara ke laut, sehingga laut dapat dipandang sebagai perwakilan ketujuh sungai sapta gangga tersebut.


Setelah Nyekah, ikatan atma sudah terbebas dari Panca Maha Butha dan panca tan matra, sehingga yang masih melekat dan dipertanggungjawabkan oleh atman ke hadapan Hyang Widhi adalah karma wasana, yaitu baik buruknya karma / perbuatan (Subha Karma dan Asubha Karma) sewaktu masih hidup.


Kondisi Karma Wasana inilah yang menentukan baik buruknya kehidupan dimasa yang akan datang setelah berinkarnasi yaitu samsara dengan lahir kembali sebagai manusia ke dunia ini.


Beberapa istilah dan penggunaan sarana yadnya dalam nyekah ini disebutkan dalam beberapa daftar simbolisasi dan istilah - istilah ritual dalam upacara ngaben :


#nyekah

#manusayadnya #tradisiadatbaline #warisanleluhur

#kelayusekar

#budaya

#tradisibali


Via : @bali_niskala

🎥 @komingpratiwijuwita




Admin: halopejati.com


88 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

SARASMUSCAYA, Pengendalian dan Peneguhan Hati

Selalu berlatih mengendalikan nafsu (yama) dan teguhkan mental (niyama). Mereka yang berlatih mengendalikan nafsu indrawinya namun tidak memiliki keteguhan mental/hati niscaya akan gagal dalam usahany

Pengertian dan Makna Matur Piuning

Kita sering mendengar kata matur piuning, bahkan kita juga sering terlibat dalam acara matur piuning.. Pengertian Matur Piuning Secara etimologi matur piuning berasal dari bahasa Jawa Kuno dari kata M