Cari

Panduan Natab Banten Ayaban / Otonan

Om swastiastu🙏

Postingan ini adalah permintaan setiap pelanggan halopejati🤝, mungkin terjadi perbedaan cara disetiap penggunaan banten ayaban atau otonan..


Panduan natab banten ayaban..


# Ngunggahang toya anyar ring rong 3 atau pelangkiran jika diperantauan ayat ida betara hyang guru.


# Matur piuning ring padma atau surya


# Maturan canang disetiap pelinggih seperti maturan sehari-hari


# Mebiyakaon

Natab biakaon yakni ayunan tangan diarahkan ke kaki atau ke bawah. Hal ini sebagai simbol pelepasan mala agar kembali ke Sanghyang Ibu Pertiwi.


# Meprayascita

Mantra Matepung tawar...

Om purna candra purna bayu mangka purnaya manusa maring marcepada kadi langgenaning surya candra vmangklana langgenganipun manusyania

Om sidhirastu ya nama Swaha


Cara melaksanakannya:

Pada coblong tempat padma diisi daun dapdap yang telah ditumbuk kemudian dicampur dengan air kelapa gading. Campuran air tersebut dicolekkan pada telapak tangan umat kemudian diusap-usap sebagai simbul pembersihan. Kemudian sisa air kelapa gading dituangkan ke dalam payuk pere yang ada tekir berisi beras kuning dan bunga campur. Selanjutnya Lis Senjata dipergunakan untuk memerciki tirta di kepada umat yang hadir atau yang melaksanakan natab.


# Natab banten tumpeng 5 (banten ayaban)


Pemimpin upacara selanjutnya mempersembahkan banten peras, banten pengambeyan dan ajuman (sodan) kehadapan Sang Hyang Widhi, Para Dewata dan Leluhur, mohon persaksian dan mohon wara nugrahanya dan mohon Tirtha Wangsuhpada dengan pengucapan mantram atau Sehe...

Yang akan diupacarakan Otonan dan keluarga terdekat selanjutnya dipersilahkan melaksanakan persembahyangan bersama memohon keselamatan bagi yang diupacarakan dan seluruh keluarga, semoga panjang umur dan sehat sejahtera.

Setelah acara persembahyangan dilanjutkan dengan “Ngayab” banten Sayut Lara Malaradan dan Dapetan dilaksanakan oleh pemimpin upacara dengan doa mantra atau sehe yang intinya memohon supaya bila ada penyakit dalam tubuh dan jiwa yang diupacarakan segera sembuh, tidak kena penyakit kembali serta menerima dan menghadapi kenyataan hidup dengan tegar.


Selesai me”ngayab” banten Lara Malaradan dan Dapetan dilanjutkan dengan acara Ngelebar atau Ngalungsur sesajen yang dipersembahkan kepada Hyang Widhi dan Leluhur serta menikmati banten Lara Malaradan dan banten Dapetan oleh yang diupacarakan bersama keluarga. Berakhirlah pelaksanaan upacara Otonan tersebut, dan ikatkan benang tebus pada tangan kanan yang meoton.


Terakhir lebar canang banten ayaban dan sisa prayascita di pemesu rumah..tujuannya sebagai simbolis pelepasan segala hal negatif..


Demikian sekilas tentang upacara Otonan yang sederhana (Kanista) atau kecil. Kecil bukan berarti hina, tetapi merupakan upacara yang inti, dan akan sangat besar manfaatnya bila dilandasi dengan kesucian dan ketulusan hati..


jika postingan diatas ada yang kurang mohon ditambahkan✍️

agar sahabat halopejati mengetahui lebih lengkap,

salam berbagi, ,bukan untuk saling menggurui..🙏🙏🙏

Salam, Rahayu

semoga bermanfaat


Om Siddhir astu tat astu swaha.

Om Santih Santih Santih Om


Foto : googlesearch


Admin : halopejati.com


8944 tampilan

©2018 by  halopejati.com I Pemilik : ARYA NUGRAHA