Cari

Pengertian dan Makna Matur Piuning


Kita sering mendengar kata matur piuning, bahkan kita juga sering terlibat dalam acara matur piuning..


Pengertian Matur Piuning


Secara etimologi matur piuning berasal dari bahasa Jawa Kuno dari kata Matur dan Piuning.

Matur berarti menghadap, sedangkan Piuning yang artinya memberitahukan atau mengabarkan.


Lalu pertanyaannya siapa yang diberitahukan atau dikabarkan? Tentu kita harus memperhatikan tempat acara matur piuning tersebut dilaksanakan.

Dalam tradisi agama Hindu, matur piuning dilaksanakan ditempat suci seperti Pura, merajan( kemulan)dan lainnya. Matur piuning, dilaksanakan sebagai suatu upacara memohon restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan Para Batara atau leluhur agar diberi keselamatan.


Matur piuning pada umumnya dilaksanakan ketika akan melakukan suatu kegiatan seperti tirtayatra, perjalanan liburan, melaksanakan suatu kegiatan seperti bazar, kuliah kerja nyata melakukan pujawali, saat ingin mengikuti suatu kegiatan, penerimaan siswa atau mahasiswa baru, ngaben dan lain sebagainya.


Makna Pelaksanaan Upacara Matur Piuning 


Ada pun makna dari pelaksanaan matur piuning adalah agar kegiatan yang dilaksanakan mendapatkan, kelancaran, keselamatan dan kesuksesan.

Untuk itu, kita harus menghadap dan memberitahukan (matur piuning) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa bahwa kita akan melaksanalan kegiatan.


Matur piuning juga bermakna sebagai simbol akan dimulainya suatu acara, sebab dilaksanakan sebelum acara atau kegiatan dilaksanakan.


Acara ini, dilaksanakan dengan menghaturkan Upakara Pejati, banten soda dan canang sari di pelinggih pokok sebagai tanda Kesungguhan/Kemantapan Hati untuk Nangun Yasa Kerti menggelar Upacara Suci, kemudian dipimpin oleh seorang pemangku atau pinandita sebagai perantara pesan yang diharapkan oleh orang yang akan melakukan matur piuning kepada Tuhan.


Pada umumnya acara matur piuning diikuti oleh panitia atau orang yang akan berperan dalam acara yang akan dilaksanakan.


Ada pun yang harus diperhatikan dalam melaksanakan matur piuning adalah baik buruknya hari.

Sebab, umat hindu percaya bahwa baik buruknya hari sangat menentukan keberhasilan suatu upacara.

Ini dapat ditentukan berdasarkan pananggal dan panglon, sasih, wuku dan dawu. 

Selain itu, hari baik melakukan matur piuning juga bisa dilakukan dengan meperhatikan hari-hari suci hindu seperti hari Purnama dan Tilem.


Kegiatan matur piuning dalam masyarakat Hindu khususnya Hindu Bali merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan.

Karena mereka percaya bahwa jika hal tersebut tidak dilaksanakan, maka akan terjadi musiba yang tidak diinginkan.

Untuk itu majib hukumnya untuk melaksanakan matur piuning meminta restu dan bimbingan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sesuai dengn rencana.



Reff: dikutip dari mutiarahindu

📸: Halopejati(hanya ilustrasi)



Admin : halopejati.com




6 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

SARASMUSCAYA, Pengendalian dan Peneguhan Hati

Selalu berlatih mengendalikan nafsu (yama) dan teguhkan mental (niyama). Mereka yang berlatih mengendalikan nafsu indrawinya namun tidak memiliki keteguhan mental/hati niscaya akan gagal dalam usahany

Tumpek uye/ Tunpek kandang

Tumpek Uye disebut juga Tumpek Wewalungan/Oton Wewalungan atau Tumpek Kandang, yaitu hari selamatan binatang-binatang piaraan (binatang yang dikandangkan) atau binatang ternak (wewalungan). Di dalam h