Cari

PENTINGNYA PELINGGIH TAKSU DIMERAJAN

Pentingnya Pelinggih Taksu di Merajan


Pelinggih Taksu merupakan salah satu pelinggih yang ada di Sanggah Pemerajan .

Sanggah Pemerajan dapat diartikan sebagai tempat suci bagi suatu keluarga tertentu.

Secara umum kebanyakan orang menyebutnya dengan lebih singkat seperti Sanggah atau Merajan.


Pelinggih Taksu berbentuk Gedong, tetapi ada dua macam, yang pertama yaitu Gedong bertiang empat (saka pat) beruang dua (Rong dua). Dan yang kedua Gedong juga hanya memiliki tiang pendek (saka pandak) didepannya, ruangnya satu (Rong Tunggal), namun saka pandak itu sudah memberikan arti dua ruangan (Rong dua).


Pengertian Taksu


Mengenai kata Taksu, masyarakat Hindu sebagian besar masih belum memahami akan pengertian dan persepsinya.

Tidak sedikit yang berpendapat kalau di anggota keluarga tidak ada yang menjadi penari, pedalangan, dukun dan sebagainya, dianggap tidak perlu memiliki pelinggih Taksu.

Menurut sumber ajaran Agama Hindu sesungguhnya tidak demikian, melainkan taksu tersebut bersifat Universal dan merupakan kekuatan profesi masing-masing umat.

Setiap manusia memiliki profesionality (wiguna).

Menurut ajaran Hindu guna (profesi) tersebut ada sepuluh yaitu:


Guna Rsi Profesi profesi sebagai pendeta

Guna Wibawa profesi sebagai pegawai, pejabat.

Guna Tukang profesi sebagai pertukangan

Guna Sangging profesi sebagai sangging (tukang Patung)

Guna Pragina profesi sebagai penari, penyanyi, pemusik.

Guna Balian profesi sebagai pengarang (pujangga), penulis, wartawan.

Guna Sastra profesi sebagai pedagang, pengusaha.

Guna Sonteng profesi sebagai pemangku, pemuka agama.

Guna Dagang profesi sebagai pedagang, pengusaha.

Guna Tani profesi sebagai petani.


Dalam ajaran Tantrayana, taksu itu bisa diartikan sama dengan “sakti” atau “Wisesa”. Dan yang dimaksud dengan sakti itu adalah simbul dari pada “bala” atau kekuatan.

Dalam sisi lain sakti juga disamakan dengan energi atau “kala”.


Dalam Tatwa, daya atau sakti itu tergolong Maya Tatwa.

Energi dalam bahasa sanskrit disebut prana,yang adalah bentuk ciptaan pertama dari Brahman.

Dengan mempergunakan prana barulah muncul ciptaan berikutnya yaitu panca mahabhuta.


Dengan digerakkan oleh prana kemudian terciptalah alam semesta beserta isinya. Tuhan dalam Nirguna Brahma / Paramasiva dalam Siva Tatwa, memanfaatkan energi atau sakti itu, sehingga ia menjadi Maha Kuasa, memiliki Cadu Sakti dengan Asta Aiswarya-Nya.


Dalam keadaan seperti itu Ia adalah Maha Pencipta, Pemelihara dan Pelebur.

Dalam Wraspati Tatwa disebut Sadasiva dan dalam pustaka Weda disebut Saguna Brahma.


Sakti atau energi maya dari Tuhan itu dipuja dalam bentuk pelinggih yang disebut Taksu.

Sedangkan Tuhan dalam wujudnya sebagai Sang Hyang Tri Purusa dan Sang Hyang Tri Atma dipuja dalam pelinggih kamulan.


Dalam upacara nyekah, selain sekah sebagai perwujudan atma yang telah disucikan , kita juga mengenal adanya sangge. Sangge adalah perwujudan atau simbul dari Dewi Mayasih.

Beliau mewakili unsur Maya Tatwa (pradana / sakti). Yang juga dalam upacara nyekah bersama-sama Atma ikut disucikan.


Dalam ajaran Kanda Pat, dikenal adanya nyama papat / saudara empat yang ikut lahir saat manusia dilahirkan.

Setelah melalui proses penyucian, saudara empat itu menjadi Ratu Wayan Tangkeb Langit, Ratu Ngurah Teba, Ratu Gede Jelawung dan Ratu Nyoman Sakti Pengadangan. Kempatnya itulah disebut sebagai dewanya taksu. Tidak lain adalah saudara kita lahir yang nantinya menemani manusia dalam kehidupannya.


Fungsi Taksu


Taksu berfungsi untuk memohon kesidhian atau keberhasilan untuk semua jenis profesi baik sebagai seniman, petani, pedagang, pemimpin masyarakat dll. Yang dipuja ialah Dewi Saraswati, sakti (kekuatan) Dewa Brahma dengan Bhiseka Hyang Taksu yang memberikan daya magis agar semua pekerjaan berhasil baik.


Tambahan dikutip dari kandapat sari

Kala dengen : iratu ketut petung

Pelinggih : taksu agung (letaknya diarea pekarangan merajan menghadap keselatan)

Dewanya : Siwa

Menguasai : taksu untuk bethara hyang guru.

Unsur : Bayu,Pertiwi, Sinar ,Air


Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk semeton. Jika terdapat penjelasan yang kurang tepat atau kurang jelas, mohon dikoreksi bersama.

Artikel ini dimuat kembali bertujuan agar bisa disimak bersama, dijadikan bahan diskusi dan bukan untuk saling menggurui..

Suksma .. salam berbagi 🙏🙏🙏


Rangkuman payanadewa

📸: Pelinggih @agung aryawati




Admin : halopejati.com

8 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Rangkuman dari postingan sebelumnya,kali ini yang trakhir terlebih mengenai pelinggih taksu natah.. Berpedoman pada Panca Maha Butha yaitu pembentuk tubuh manusia, yang kelimanya harus sempurna karen

Pelinggih Penunggun Karang atau juga disebut dengan Pengijeng Karang yang merupakan salah satu bangunan suci, dan Stana Ratu Made jelawung/ ratu made alang Kajeng. Beliau berada dibawah perintah Dewa