Cari

PERTOLONGAN TUHAN

Suatu hari, seorang pria yang tidak bisa berenang mengalami kebanjiran. Ia seorang yang percaya kepada Tuhan, rajin berdoa, dan religius. Karena banjir itu kian meninggi hingga mencapai pinggangnya, pria itu berdoa minta pertolongan Tuhan.


Tak lama, datanglah regu penolong yang mengendarai perahu karet. “Ayo, lompat ke sini,” kata mereka. Namun, pria itu menolak karena percaya Tuhan sendiri akan menolongnya. Perahu itu pun pergi.


Air terus naik hingga setinggi dadanya. Panik dan ketakutan, pria itu berdoa lagi. Kemudian, datanglah regu penyelamat kedua, menyuruhnya naik ke perahu karet. Sekali lagi ia menolak. “Tidak apa-apa,” katanya. “Tuhan akan menolong saya.”


Ketinggian air kini mencapai dagu, lalu hidungnya. Pria itu terus berdoa, hingga datanglah regu penolong ketiga yang menggunakan helikopter. Namun, pria itu bersikeras menolak dengan alasan Tuhan pasti menolongnya.


Singkat cerita, pria ini meninggal karena tenggelam. Dalam perjalanan menuju alam baka, ia bertemu Tuhan dan bertanya, “Tuhan, aku sudah berdoa supaya Engkau menyelamatkan aku. Mengapa tidak menolongku?”


Tuhan berkata, “Aku sudah kirimkan dua perahu karet dan satu helikoper untukmu, tapi kau menolak pertolongan-Ku.”


Cerita diatas sering kita jumpai di kehidupan kita, mungkin dikehidupan kita sendiri.


Doa kita sering kali dikabulkan dengan cara yang lain tetapi jarang disadari.


Kesehatan, Keluarga Rukun, Anak sehat, Orang tua Panjang umur, dimudahkan dalam bekerja, dll adalah jawaban Tuhan yang jarang disadari.


Bersyukur dan Bahagialah. karena Hyang Widhi sangat baik terhadap kita semua.




Via : @nafashindu

#slokaweda  

#slokahindu

#ajaranhindu

#agamahindu

#motivasihindu



Admin: halopejati.com

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Otonan saniscara umanis medangsia

Otonan salah satu bagian upacara Manusia Yadnya, yan tujuanya untuk memperingati hari kelahiran manusia bagi umat Hindu di Bali, prosesi tersebut bertujuan untuk kemuliaan dan persembahan kesucian lah

PENGINGAT DIRI

Setiap detik seseorang pergi meninggalkan dunia ini. Kita pun berada dalam antrian itu, kita tidak tahu berapa orang di depan kita sebelum akhirnya giliran kita. Tidak bisa keluar dari antrian, tidak