Cari

Pura Gunung Jineng atau hanya dengan sebutan Pura Tap Sai.



Berkeinginan tangkil ring Pura Pajinengan Gunung Tap Sai ???

Ada beberapa tahapan persembahyangan yang dilakukan sebelum ke tujuan utama di utama mandala..


Dalam lontar Kuntara Bhuana Bangsul disebutkan, 3 dewi yang berstana di dalam Pura Tap Sai, yaitu

Dewi Saraswati,

Dewi Sri dan

Dewi Laksmi.

Ketiganya disebut dengan Bhatara Rambut Sedana atau Tri Upa Sedana atau tiga dewi pemberi kesuburan dan penganugerahan.

Ring utamaning mandala,pura Tap Sai juga ada pelinggih Lingga Yoni yang dililit akar pohon, dipercaya oleh umat sebagai tempat umat memohon keturunan, jodoh, permasalahan kesehatan serta memohon tamba (obat) dan juga rejeki.


Untuk semeton yang hendak melakukan persembahyangan ke pura ini bisa mempersiapkan 2 pejati untuk di Pura Beji (melukat) dan di pura inti, serta canang untuk pelinggih lainnya yang ada di areal pura..


Dimulai dari pelinggih paling bawah yaitu # palinggih Ratu Penyarikan Pengadang-adang,

kemudian berlanjut ke

# Pelinggih Ratu Gede Mekele Lingsir, palinggih ini berupa sebuah batu besar dengan tulisan aksara (huruf) Bali kuno.

Dilanjutkan lagi ke

# Palinggih berikutnya yaitu palinggih Widyadara-widyadari.

Berlanjut ke palinggih Pengayengan Ratu Dalem Ped, persembahyangan berlanjut lagi ke Pura Beji dan melukat dengan tirta yang dikenal dengan Tirta Bang.


Setelah rangkaian persembahyangan dan melukat di beji, barulah semeton sampai di kawasan madya mandala pura, di areal ini ada sebuah palinggih Ganesha yang dipercaya sebagai stana Sang Hyang Ganapati dan terdapat sebuah pohon besar yang disakralkan.


Setelah madya utama, barulah memasuki areal utama mandala, yang mana di areal ini terdapat palinggih Tri Upa Sadana yang dipercaya sebagai sthana Dewi Sri, Dewi Saraswati dan Dewi Laksmi, di areal ini juga terdapat pelinggih Lingga Yoni sebagai tempat memohon keturunan..

Pemedek biasanya menghaturkan 11 batang dupa yang artinya Solas(ngolasin) memohon apa yang diinginkan dan selanjutnya dilanjutkan persembahyangan di pelinggih Ratu Hyang Bungkut..


artikel dikutip dari berbagai sumber.

📸 via : Karangemnow


RAHAJENG RAHINA PURNAMA JIYESTHA 🙏😇

Semoga segala permohonan dan segala sesuatunya dilancarkan semeton 🙏



Admin : halopejati.com

2 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Pagerwesi adalah hari raya yang dilaksanakan atas anugrah kesentosaan dan kemajuan yang telah dicapai oleh umat manusia yang dirayakan pada Budha Kliwon wuku Shinta. Pagerwesi itu sendiri melambangkan