Cari

Rahajeng Nyangra Rahina Kuningan

OM SWASTIASTU RAHAJENG NYANGRA RAHINA KUNINGAN. Menurut Babad Bali, hari raya Kuningan merupakan perayaan turunnya Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa, para dewa dan dewa pitara ke dunia untuk melimpahkan karuniaNya berupa kebutuhan pokok, sehingga pada hari itu dibuat, nasi kuning sebagai lambang kemakmuran dan dihaturkan yadnya sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan bahan SANDANG dan PANGAN yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umatNya atas dasar cinta-kasihnya. Perayaan Kuningan mengambil waktu pagi hari, ketika matahari mulai terbit. Memang, pancaran kesucian atau situasi keheningan didapat pada waktu tersebut. Pada saat itu dipasang hiasan ter atau panah (senjata). Panah itu sesungguhnya simbol ketajaman pikiran (manah) atau tingkat kualitas pikiran. Kata kunci dalam Kuningan adalah Suddha jnana, atau Kesucian pikiran. Orang yang memiliki tingkat suddha jnana akan menemukan siddha (keberhasilan) yang disebut siddhi. Dengan demikian umat tak akan memiliki berantha jnana atau pikiran kotor alias diselimuti kebingungan. Hal itu didapat ketika masyarakat memenangkan musuh yang ada dalam tubuh yang disebut dasa indria yang pada intinya Hari Raya Kuningan ini memuja Tuhan dalam keheningan. Dalam keheningan itu diharapkan muncul div atau sinar suci Tuhan. Selain panah, dalam Kuningan dipasang endongan yang merupakan simbol perbekalan (logistik) dalam perang. Sementara dalam konteks keberagamaan, endongan itu bermakna bekal dalam mengarungi kehidupan seterusnya. Bekal itu tiada lain adalah karma atau hasil dari perbuatan, apakah ia berupa ?, Subha karma (perbuatan baik), atau Asubha karma (perbuatan buruk). Jadi, hanya karma diri sendirilah sebagai bekal utama untuk menuntun menuju perjalanan selanjutnya. Postingan ini bukan untuk saling menggurui dan diambil dari sumber yg berbeda dengan postingan terdahulu diperayaan yang sama.. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi bahan diskusi. om shanti shanti shanti om Sumber: dikutip dari kb.alitmd.com Foto : googlesearch Admin: halopejati.com

10 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Jerimpen

Banten Jerimpen Ada Agama Hindu, ada juga sarana baktinya sebagai alat yang dipakai menghormati  dan mengakui keberadaanNya. Dalam hal ini khususnya warga Hindu tanah Bali memiliki suatu jenis kebuday

Tradisi Bali diKesiman

RAHAJENG SIANG sahabat halopejati KUNYIT, ENDONGAN, KELADI ( ngejengit, pang ngelendong, pang dadi ) Sebuah simbol dari tanaman yang memiliki arti dan harapan agar mereka yang menikah segera memiliki

©2018 by  halopejati.com I Pemilik : ARYA NUGRAHA