Cari

Renungan Kehidupan

Sebuah tulisan yg Layak untuk direnungkan..


KETIKA WAKTUMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA


Jangan pedulikan jasadmu yang akan busuk & hancur!!. Saudara dan sahabatmu akan melaksanakan kewajiban mereka:


1. Memandikanmu

2. Memasang Kajang /Mengkafanimu

3. Menyembahyangkanmu

4. Mempeabukan /Menguburkanmu


Yakinlah!!! bahwa :

Dunia tidak sedih dengan KEMATIANmu

Alam semesta tidak berduka atas kepergianmu.!

Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanmu.!!

Perekonomian akan terus berputar.!

Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!

Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris.!


Sementara Anda yang akan di adili atas segala sesuatu hingga perkara yang besar sampai dengan hal yang paling kecil.!!

Yang pertama lepas darimu, adalah namamu.

Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : Dimana MAYATnya?

Mereka tidak lagi memanggilmu dengan namamu. Namamu tinggal kenangan belaka


Ketika mereka akan menyembahyangkan, mereka bilang : Bawa kesini SAWAnya.!!! Mereka tidak lagi menyebutkan namamu. Betapa cepat namamu hilang berlalu.

Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata: Dekatkan MAYATnya.!! tanpa menyebutkan namamu.


Karena itu.

Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihan kelompokmu..!!

Jangan terperdaya oleh kedudukan, jabatan dan nasab keturunanmu.!!

Alangkah fananya dunia ini. dan betapa besar apa yang akan kita hadapi.


KESEDIHAN ORANG ATAS KEPERGIANMU ADA 3:

1.Orang yang mengenalmu sepintas akan mengatakan: Kasihan.!!

2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka kembali pada rutin dan canda tawa mereka.

3.Kesedihan mendalam di rumah. Keluargamu akan bersedih sepekan. satu-dua bulan atau hingga satu tahun. Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan.


Demikianlah. Kisah mu di antara manusia telah berakhir.

Anda hanya tinggal ALBUM KENANGAN.


Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai, bersama sesuatu yang nyata, yaitu : Alam Akhirat

Telah lepas darimu:

1.Ketampanan /Kecantikan

2.Harta/Rumah

3.Kedudukan /Jabatan

4.Anak

5.Isteri/Suami


Kehidupanmu yang sesungguhnya baru dimulai


Pertanyaannya sekarang adalah :

Apa yang telah Anda siapkan untuk "Perabuan /kubur" dan akhiratmu.????? Ini adalah KENYATAAN yang akan terjadi dan perlu direnungkan.!!


Lihat kemabli ibadahmu yang wajib dan yang insidentil

Lihat kembali Sraddha Bhaktimu dan Yajna Sedekahmu.

Lihat kembali perilaku dan Subha Karmamu.


Semoga kita semua menyiapkan bekal untuk kehidupan yg kekal. Dan Selamat di Akhirat.


Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar postingan ini. Dumogi Tuhan Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan Karma Baik pada hari Maha Pralaya.


"Dan berilah peringatan! karena peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman"

Kenapa Mayat memilih: "YAJNA SEDEKAH" jika kembali ke dunia? Sebagaimana SruthiTuhan :

"Ya Tuhan! jika tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan berYajna sedekah"


Mereka tidak mengatakan:

👉Niscaya Aku akan Dharma Yatra ke Haridwar

👉Niscaya Aku akan Sembahyang

👉Niscaya Aku akan Puasa.


Para Bijak/ Pinandita menjelaskan : "Mayat hanya mengatakan Yajna Sedekah karena dia melihat pahalanya yang sangat besar setelah kematian"ⁿ


Mari Budayakan Yajna Sedekah bukan pergi Dharma Yatra / Tirta Yatra beratus kali bersedekah lebih bagus.

MARI SENTIASA KSAMYAPTAM /BERTAUBAT, BERIBADAH DAN MELAKUKAN KEBAIKAN.


Semoga bermanfaat


Repost

Sumber : fb @jmk i nyoman sukadarma

📸 ; Fb @iwan pranajaya


Admin : halopejati.com

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

SARASMUSCAYA, Pengendalian dan Peneguhan Hati

Selalu berlatih mengendalikan nafsu (yama) dan teguhkan mental (niyama). Mereka yang berlatih mengendalikan nafsu indrawinya namun tidak memiliki keteguhan mental/hati niscaya akan gagal dalam usahany

Pengertian dan Makna Matur Piuning

Kita sering mendengar kata matur piuning, bahkan kita juga sering terlibat dalam acara matur piuning.. Pengertian Matur Piuning Secara etimologi matur piuning berasal dari bahasa Jawa Kuno dari kata M