Cari

SARANA BANTEN AYABAN TUMPENG 11 (SOLAS)

Om swastiastu..

Kembali admin memposting mengenai banten ayaban tumpeng 11, semoga bisa menjadi bahan diskusi untuk sahabat halopejati Jika ada perbedaan dan kekurangan dalam pemaparan,bisa ditambahkan atau memang sima dr budaya itu sendiri yang berlaku..

#Sarana Banten Tumpeng 11


1. Banten Peras: 2 tumpeng 2. Banten Pengambian: 2 tumpeng 3. Banten Dapetan: 1 tumpeng 4. Banten Guru: 1 tumpeng 5. Banten Penyeneng: 3 tumpeng 6. Banten Pengiring (2 soroh): 1 tumpeng 7. Banten Gebogan. 8. Banten Sesayut. 9. Banten Rayunan. 10. Banten Teterag. 11. Jerimpen




Penjelasan:

1. Banten Peras

Kata “Peras” berarti “Sah” atau “Resmi”, dengan demikian penggunaan banten “Peras” bertujuan untuk mengesahkan dan atau meresmikan suatu upacara yang telah diselenggarakan secara lahir bathin.

2. Banten Pengambean

Pengambean berasal dari akar kata “Ngambe” berarti memanggil atau memohon. Banten Pengambeyan mengandung makna simbolis memohon karunia Sang Hyang Widhi dan para leluhur.

3. Banten Dapetan

Banten dapetan disimbolkan sebagai wujud permohonan kehadapan Sang Hyang Widhi agar dikaruniai atau dikembalikan kekuatan Tri Pramana termasuk kekuatan Tri Bhuwananya. Selain itu, Banten ini mengandung makna seseorang hendaknya siap menghadapi kenyataan hidup dalam suka dan duka. 4. Banten Guru ( Admin belum mengetahui penjelasanya )

5. Banten Penyeneng

Penyeneng memiliki makna permohonan kehadapan Sang Hyang Widhi, agar dianugerahi kehidupan baik untuk bhuwana agung dan bhuwana alit dalam keseimbangan/keselarasannya. Banten penyeneng ini berfungsi untuk mendudukan atau menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Ida bhatara di tempat yang telah disediakan.

6. Banten Pengiring

Banten pengiring adalah sesajen yang alasnya adalah sebuah taledan/tamas, kemudian secara berturut-turut diisi pisang, buah-buahan, tebi, kue, dua buah tumpeng, sampian tangga dan canang genten.

7. Banten Gebogan

Gebogan merupakan simbol persembahan dan rasa syukur pada Tuhan/Hyang Widhi. Gebogan atau juga disebut Pajegan adalah suatu bentuk persembahan berupa susunan dan rangkaian buah buahan dan bunga. Umumnya gebogan dibawa ke pura untuk rangkaian upacara panca yadnya.

8. Banten Sesayut

Sayut disimbulkan sebagai lingga dari Ista Dewata, sakti dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sedangkan menurut sumber yang lain mengatakan, Untuk menahan, mencegah orang agar terhindar dari mala, gangguan yang merusak, kemalangan, atau penyakit maka dibuatkanlah sesaji atau sejajen yang disebut sesayut.

9. Banten Rayunan

Rayunan juga sering disebut sebagai Ajuman/Sodan/Ajengan, yang mana dipergunakan tersendiri sebagai persembahan ataupun melengkapi daksina suci dan lain-lain.

10. Banten Teterag

Banten Teterag merupakan banten yang digunakan dalam upakara Yadnya dan difungsikan sebagai bentuk penyucian buana agung dan buana alit.

11. Jerimpen

Banten jerimpen merupakan simbol permohonan kehadapan Tuhan beserta manifestasiNya (Asta Aiswarya) agar Beliau memberikan keputusan berupa anugrah baik secara lahiriah maupun bathiniah. Oleh karena itu jerimpen selalu dibuat dua buah dan ditempatkan di samping kanan dan kiri dari banten lainnya, memakai sampyan windha (jit kokokan), windha berasal dari kata windhu yang artinya suniya, dan suniya diartikan Sang Hyang Widhi. Dua buah jerimpen mengandung maksud dan makna sebagai simbol lahiriah dan bathiniah.

Sumber : diringkas dr wayanrudiarta.blogspot Foto : google search


Admin : halopejati.com

6 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Ucapan adalah Doa

Bagaigar bisa beUcapan rsyukur. Di Masyarakat terdapat sebuah kepercayaan, Ucapanmu adalah Doa. Ternyata menurut Hindu hal tersebut benar adanya. Dalam Kitab Suci Hindu. Sarasamusccaya Sloka 118 dijel

©2018 by  halopejati.com I Pemilik : ARYA NUGRAHA