Cari

SEGEHAN AGUNG


Segehan Agung adalah segehan yang beralaskan nyiru yang berisi nasi, bawang merah, jahe, garam, dan uang (Kamiartha, Biasanya, segehan agung dilengkapi dengan kelapa dan telur itik mentah.


Segehan tersebut dibuat di atas alas nyiru yang berisi beras.

Di tengahnya diberi tempat sebagai alas kelapa yang di sampingnya susun sebuah kemiri, telor, pangi ‘keluek’, gagantusan, peselan. Di luarnya diisi nasi 11 porsi yang disusun berdasarkan mata angin..

Dan dilengkapi canang gantal, dan canang rebong.


Seusai dipersembahkan beras serta perlengkapannya ditaburkan ke empat penjuru, yaitu Timur, Selatan, Barat, dan Utara.


Makna yang terkandung dalam wujud ritual segehan agung adalah sebagai berikut.

Kata agung dalam hal ini bukan berarti ‘besar’, tetapi ‘menyeluruh’.

Maksudnya, segehan agung bukanlah berarti segehan besar seperti pemahaman masyarakat Hindu pada umumnya, melainkan segehan yang ditujukan kepada seluruh bhuta kala dan pengikut-Nya.


Hal itu tercermin dari nasi 11 porsi yang ditaruh berdasarkan mata angin dan beras serta perlengkapan yang ditaburkan ke empat penjuru mata angin.

Nasi yang ditaruh disetiap arah mata angin itu mengandung makna bahwa segehan itu ditujukan kepada suluruh bhuta kala yang ada di segala penjuru mata angin.


Penaburan beras dan perlengkapan yang lain mengandung makna sebagai pemberian kepada seluruh bhuta kala yang menempati keempat penjuru yang mungkin tidak dapat hadir saat ritual dilaksanakan.


Fungsi segehan agung ini juga sebagai caru yaitu untuk memohon kehadapan Hyang Widhi agar terbina keharmonisan hidup, seluruh umat manusia terhindar dari segala godaan sekala niskala, terutama terhindar dari gangguan para bhuta-kala (Kala Bhucara-Bhucari).


#segehanagung

#nyomyabhutakala

#tawurkesanga

Kutipan : sejarahharirayahindu

📸 : Fb @susma yanti




Admin: halopejati.com

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua