Cari

TRADISI MEBYUKUKUNG

Om swastiastu MEBYUKUKUNG

Bali bisa dikatakan daerah yang memiliki tradisi agraris yang dilaksanakan oleh petani yang bercocok tanam padi disawah ketika padi mulai berisi.. Namun saat ini Bali telah bergeser ke jalur pariwisata..tapi beberapa daerah lain masih mempertahankan tradisinya.. Upacara Biu Kukung (Byu kukung; Biyukukung) adalah sebagai wujud rasa syukur karena tanaman telah menunjukkan tanda-tanda tumbuhnya biji yang dinanti-nantikan dan diharapkan sebagai salah satu upacara keagamaan untuk subak yang dilakukan pada saat padi bunting. Di masa lalu, pada masa bercocok tanam ini biasanya mereka para petani memanfaatkan waktu menunggu akan datangnya musim panen dengan baik seperti dengan membuat gerabah dan barang-barang kerajinan anyam-anyaman. Kepercayaan masyarakat Bali mengenai asal-usul padi dan keberadaan Dewi Sri masih terlihat sampai sekarang sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah analisis geguritan Sri Sedana dimana dikatakan bahwa : Peranan Dewi Sri sebagai Dewi kesuburan dan kemakmuran tercermin dari tetap diadakannya upacara - upacara pemujaan pada akhir musim panas atau pada saat padi sudah mulai menguning yang di Bali dikenal dengan upacara biu kukung. Hingga kini masyarakat begitu mempercayai tentang keberadaan Dewi Sri yang membawa kesuburan bagi umat manusia. Dan pelaksanaan upacara biyukukung ini dilaksanakan ketika tanaman padi hendak hamil, atau sedang hamil muda seperti halnya dilaksanakan di Desa Sedang Abiansemal dimana banten biyukukung, upacara menjelang panen padi ini disebutkan dilakukan di sawah-sawah, atau tepatnya pada cakangan -- pintu air atau lebih mirip disebut lubang air yang menjadi tempat (hulu) masuknya air di tiap petak-petak sawah garapannya. Pada upacara biukukung, pemuput-nya tak mesti menggunakan pemangku, melainkan cukup pemilik atau penggarap sawah tersebut juga bisa. Tujuan dari Biyu Kukung untuk memohon kepada Bhatari Dewi Sri supaya padi tersebut menjadi jelih lambih. Jelih yang berarti padat berisi. Sedangkan lambih merupakan panjang dan subur," upacara tersebut merupakan hal yang mulia. Di mana mengharmoniskan pemilik padi, dengan isi alam sebagai tanda syukur. Di samping itu juga permohonan kepada Tuhan. "Agar tumbuh subur, berbuah lebat dan hasilnya berlipat-lipat. Yang diharapkan dapat melebihi dari bibit yang telah ditanam sebelumnya.. Sumber: dikutip dari sejarah hari raya hindu Foto : googlesearch Admin : halopejati.com

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Sehari Sebelum Hari Raya Suci Kuningan

Rahajeng Nyangra penampahan Kuningan Setiap enam bulan tepatnya pada jumat,wage kuningan disebut hari penampahan kuningan, dalam lontar sundarigama tidak disebutkannupacar A yang mesti dilakukan, hany

Pemacekan Agung

Rahinan Suci Pemacekan Agung Pemacekan agung memiliki makna, penguatan tapa terhadap godaan sang kala tiga sehingga sang kala tiga kembali kepada sumbernya, Dalam pengertian lain pemacekan agung sebag

©2018 by  halopejati.com I Pemilik : ARYA NUGRAHA