Cari

TRADISI NGELAWANG

Sejarah Tradisi Ngelawang

Ngelawang dari kata ngelawang kata akhir diambil dari kata "lawang" yang artinya “pintu” dan ditambah awalan “nge”. Tradisi ngelawang ini bertujuan untuk mengusir roh-roh jahat dan melindungi penduduk dari wabah atau penyakit yang diakibatkan oleh roh-roh (bhuta kala), serta agar warga desa diberikan keselamatan dan kerahayuan. Tradisi Ngelawang biasanya dilaksanakan setiap 6 bulan sekali berkeliling desa atau banjar dari rumah kerumah. Barong ngelawang ini di masing-masing desa pakraman atau daerah tertentu tradisinya berbeda-beda. Mulai dari Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Tradisi ngelawang ini berawal dari kisah tentang Betara Siwayang mengutuk Dewi Uma turun ke dunia dan berubah menjadi Dewi Durga. Selama berada di dunia, Dewi Durga melakukan tapa semadi. Diceritakan, saat Dewi Durga bersemadi menghadap ke arah utara, Maka muncullah wabah penyakit yang disebut gering lumintu. Wabah mematikan ini menyerang sekalian manusia penghuni dunia. Lalu, ketika Dewi Durga bersemadi menghadap ke barat, Munculah wabah penyakit yang disebut gering hamancuh. Ketika bersemadi menghadap ke selatan, Muncul wabah gering rug bhuana. Dan saat bersemadi menghadap ke timur, terjadilah wabah penyakit. Banyak penghuni bumi yang meninggal dunia karenanya. Hal ini membuat gundah Sang Hyang Tri Murti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Beliau kemudian turun ke dunia dan masing-masing berubah wujud. Betara Brahma menjadi topeng bang, Wisnu berubah wujud menjadi telek, dan Siwa menjadi barong. Masing-masing dewa diberikan tugas sebagai pragina (penari), penabuh, dalang dan lainnya. Seluruh dewata itu kemudian menghibur manusia di dunia. Karena seluruh umat manusia berbahagia lantaran suguhan kesenian para pragina, juru tabuh dan dalang itu, dunia pun kembali tenang, dan damai. Penampilan barong bangkung dalam tradisi ngelawang sangat sederhana, namun memiliki arti ritual yang kental. Admin: halopejati.com

1 tampilan

Postingan Terakhir

Lihat Semua

TIDAK SEMUA MASALAH ADALAH MASALAH

Sangat mencerahkan di hari yang cerah... Tidak semua Masalah adalah Masalah. Di dunia berbagai jenis ilmu yang sangat bermanfaat untuk manusia, tetapi ada satu ilmu yang ketika manusia menguasainya, m

Ucapan adalah Doa

Bagaigar bisa beUcapan rsyukur. Di Masyarakat terdapat sebuah kepercayaan, Ucapanmu adalah Doa. Ternyata menurut Hindu hal tersebut benar adanya. Dalam Kitab Suci Hindu. Sarasamusccaya Sloka 118 dijel

©2018 by  halopejati.com I Pemilik : ARYA NUGRAHA