Cari

TRADISI NYAAGANG

Om swastiastu Semeton Budaya Klungkung khususnya yang dari Desa Gunaksa siapa nih? Kalian pasti tau salah satu tradisi yang masih tetap dilaksanakan sampai saat ini. Yups Tradisi Nyaagang.


Tradisi Nyaagang di Lebuh merupakan suatu bentuk tradisi yang telah dilaksanakan oleh masyarakat Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung secara turun- temurun. Tradisi ini berupa aktivitas menghidangkan sesajian kepada para leluhur yang pelaksanaannya di Lebuh (pintu masuk pekarangan rumah) dimasing-masing keluarga. Pelaksanaannya setiap 6 bulan sekali yang dirangkaikan dengan hari raya Kuningan.



Tradisi Nyaagang di Lebuh adalah tradisi yang unik. Keunikannya tampak secara jelas dari prosesi pelaksanaannya serta tempat pelaksanaannya, Tradisi nyaangang di Lebuh ini dilakukan di depan pintu masuk pekarangan rumah masing-masing keluarga. Dalam prosesi pelaksanaan Tradisi Nyaagang terdapat suatu aktivitas keagamaan berupa menghidangkan sesajian kepada roh leluhur yang dilanjutkan dengan memakan surudan bersama-sama anggota keluarga yang dilaksanakan di Lebuh. Tentunya Tradisi Nyaagang di Lebuh ini memiliki keunikan yang hingga saat ini masih tetap dipertahankan. Prosesi pelaksanaannya yang tampak secara actual tersebut menimbulkan suatu asumsi bahwa dalam pelaksanaan Tradisi Nyaagang di Lebuh ada suatu pemaknaan tersendiri dalam masyarakatnya.


Salam Budaya! Ngiring Lestariang!


Info by : @budaya_iraga

Via : @pesona_taksubali



Admin: halopejati.com

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Pengertian dan Makna Simbol Atribut Dewi Saraswati

Secara etimologi Dewi Saraswati berasal dari dua kata yakni Dewi dan Saraswati. Dewi yaitu sosok perempuan yang suci atau bentuk feminim dari kata Dewa yang biasa disebut sakti. Dan Saraswati dalam ba

Part II Sejarah Pura Kahyangan Tiga

Sebelum masa pemerintahan raja suami-istri Udayana dan Gunapriya Darmapatni tahun 989 -1011M di Bali berkembang banyak aliran-aliran keagamaan seperti: Pasupata, Bairawa, Wesnawa, Boda, Brahmana, Resi

Pura Kahyangan Tiga Adalah Pilar Agama Hindu

Kahyangan Tiga merupakan salah satu unsur dari Trihita Karana yaitu unsur parhyangan dari setiap desa adat di Bali. Pada Kahyangan Tiga masyarakat desa memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk desa